kota bidadari

lelaki itu datang kembali ke kotanya setelah sekian lama memantapkan hatinya, namun saat ia tiba, kembali hanya menemukan hamparan masa lalu yang tercetak seperti salinan asli, mungkin seperti mesin scanner.
ia tak dapatkan masa depan disana. hanya ia jumpai rumput yang mengering, tanah yang tak pernah terhuni cacing dan reremukan tanah jika tergerus beban. ia tak menemukan mimpinya semalam yang akhirnya memaksanya kembali ke kota itu. mimpi yang membuat hatinya terlekat oleh magnet di kota itu. tak ada satu alasanpun baginya untuk kembali. tak ada satupun asa dan harap baginya untuk kembali. namun seonggok daging yang bernyawa dan bernama bidadari itulah yang meracuninya. 
bayang bidadarinya semakin erat, bahkan hingga di pelupuk matanya, hingga terlupa bagaimana cara dia bernafas dan bagaimana cara dia berkedip. 


bayang bidadari itu begitu nyata, tak terlihat tanah yang tandus, rumput yang kuning, tanah yang tak bercacing atau reremukan tanah yang tak berwujud lagi itu. 
ia begitu elok dengan wajah sebening kristal dan dengan mata setajam gerhana matahari. 
hingga membutakan penglihatan sang ia. hingga sang ia tertatih masih mencari-cari sang bidadari. 
ia terlupa, bahwa dikota itu bukan hanya ada rumput yang kering, tanah yang tak bercacing atau remukan humus yang tergerus. ia terlupa, bahwa kota itu pemilik gunung terjal yang akhirnya merenggut bayang dan penglihatannya akan bidadari. 
bidadari yang sejatinya telah hilang ditelan zaman, meski ada satu banding seribu. 

Komentar

Postingan Populer