keping harap itu tergeruskah?
malam menggelap dan semakin melarut, hingga seluruh bayangmu tak terlihat.
gelap. sekarang semua tentangmu tak terlihat,
meski hanya jejari tanganmu yang biasanya manis melingkar di pergelangan tanganku.
senyap. membuat jejerit jangkrik yang entah apa sebabnya bernyanyi, meski biasanya hanya bungkam.
meski khayalku tentangmu telah menyeruak meluruhi harapku, namun tetap pekat yang terlihat.
semuanya tak dapat terungkap, sebab terlalu banyak kenyataan menjadi tertutup akan perasaan.
rasa itu bergulung, dengan riak cemburu, dengan pekur sesal sebab terlambat menyadari bahwa kau telah dimiliki.
sesal terserak dimanapun kepingan harap mencoba memungutinya dan menyusunnya.
tak habis, tak habis kepingan itu menjadi serbukan yang tak akan mungkin kembali utuh, meski dalam bentuk yang lebih indah.
semua orang menari-menari, seolah mengejek tentang apa yang telah terjadi.
sekali lagi, membunuh semua harap yang telah tertanam.
hati-hati jika telah menanam harap, sebab tak jarang harapmu akan membunuh jiwamu sebab tak terukir indah dan tercipta, namun kadang berbentur dengan dinding kenyataan hingga lenyap tanpa sisa.
meski sepotong, meski seserpih, hati itu akan hancur tanpa bentuk.
semoga keping harap ini akan terjaga, tersusun menjadi sebentuk hati, bukan terbuang dan terserak hingga tergerus kejamnya masa.
gelap. sekarang semua tentangmu tak terlihat,
meski hanya jejari tanganmu yang biasanya manis melingkar di pergelangan tanganku.
senyap. membuat jejerit jangkrik yang entah apa sebabnya bernyanyi, meski biasanya hanya bungkam.
meski khayalku tentangmu telah menyeruak meluruhi harapku, namun tetap pekat yang terlihat.
semuanya tak dapat terungkap, sebab terlalu banyak kenyataan menjadi tertutup akan perasaan.
rasa itu bergulung, dengan riak cemburu, dengan pekur sesal sebab terlambat menyadari bahwa kau telah dimiliki.
sesal terserak dimanapun kepingan harap mencoba memungutinya dan menyusunnya.
tak habis, tak habis kepingan itu menjadi serbukan yang tak akan mungkin kembali utuh, meski dalam bentuk yang lebih indah.
semua orang menari-menari, seolah mengejek tentang apa yang telah terjadi.
sekali lagi, membunuh semua harap yang telah tertanam.
hati-hati jika telah menanam harap, sebab tak jarang harapmu akan membunuh jiwamu sebab tak terukir indah dan tercipta, namun kadang berbentur dengan dinding kenyataan hingga lenyap tanpa sisa.
meski sepotong, meski seserpih, hati itu akan hancur tanpa bentuk.
semoga keping harap ini akan terjaga, tersusun menjadi sebentuk hati, bukan terbuang dan terserak hingga tergerus kejamnya masa.


Komentar
Posting Komentar