terjebaknya aku dalam pedih yang kuciptakan sendiri

apa mungkin hati ini akan terus menerus kelu?
harapan semakin lama semakin tergerus oleh kepalsuan angan
aku terjebak pada keadaan yang tak kunjung membuatku walau hanya sedikit inginkan bahagia
aku terjebak dalam rasa yang menguyupkan jiwa dan raga, setiap saat
dan tak terkikis oleh apapun yang terjadi,
di sisi lain aku harus selalu sadar bahwa bagimu saat ini, tak ubahnya aku hanya masa lalu yang pernah indah
sungguh, tak pernah inginkan aku memaksamu membersamaiku
jika kau bisa membaca diriku, tentu tak mungkin kau mengambil keputusan sepahit dan sepilu itu
jika rasamu sedalam samudra seperti yang aku rasai, tentu tak akan terhapus oleh perangaiku
toh aku sudah jelaskan semuanya, aku sudah ungkapkan semuanya.
aku tetap berada disana, dan tak akan pergi. 
sebab setelah semua yang terjadi, tak pernah ada yang berubah dariku untukmu, secuilpun.


anganku dan asaku sempat tertunda, sebab tak pernah aku pikirkan apapun selain dirimu
ternyata tak juga kau sadari
dan aku terjebak, pada kesakitan yang seringkali terasa sangat dalam
aku terjebak pada rasa yang kini tingginya telah kalahkan Semeru
aku terjebak pada nasib
terjebak pada garis takdir yang seringkali menjadikan aku seolah batu pijakan, menyerupakan aku sebagai pengganti sementara yang tak pernah ada makna yang tersimpan erat dan tak terhapus masa.

aku tak berniat menyalahkan siapapun, sungguh
aku hanya menyesali  mengapa waktu, nasib, keadaan memaksa kita untuk menjadi speerti ini
ataukah justru kita yang membuatnya seperti ini?
bukan kita mungkin, AKU?

aku terjebak, aku terkungkung dalam perih yang kuciptakan sendiri.
aku terjebak dan tak bisa kemanapun, tak bisa lakukan apapun, tak bisa pikirkan apapun
selain dirimu. 
7 Januari 2013


Komentar

Postingan Populer