Igauan Itu
merasa tak lagi mengenal diri.
hilang dan terombang-ambing bagai layangan yang terputus
tanpa merasakan apapun
tangan dan kaki ini sampai lupa berpijak,
entah dipesonakan sesuatu yang bagaimana
entah yang seperti apa
yang tanpa dapatkan apa-apa, bahkan meski hanya secuil kasih
ah, diriku hilang
aku tak lagi mengenalnya
krisis diri sendiri
menyakiti diri, tak menghargai diri,
aku yang begitu arogan, penuh pertimbangan dan penghargaan diri itu lenyap
dimana ?
dibawah timbunan cintaku yang telah menggunung padanya
entah hingga puncak yang sebelah mana
ah, aku bisa gila
kita begitu berbeda, sungguh.
tapi mengapa aku kau buat seperti ini?
tak bisakah kau perlakukan aku sebagai manusia berhati?
dan lalu menyandingkanku denganmu yang mulia itu.
ah, aku sepertinya mengigau.
aku mengigau karena demam yang tak bermuara.
apalagi berujung dimana.
hilang dan terombang-ambing bagai layangan yang terputus
tanpa merasakan apapun
tangan dan kaki ini sampai lupa berpijak,
entah dipesonakan sesuatu yang bagaimana
entah yang seperti apa
yang tanpa dapatkan apa-apa, bahkan meski hanya secuil kasih
ah, diriku hilang
aku tak lagi mengenalnya
krisis diri sendiri
menyakiti diri, tak menghargai diri,
aku yang begitu arogan, penuh pertimbangan dan penghargaan diri itu lenyap
dimana ?
dibawah timbunan cintaku yang telah menggunung padanya
entah hingga puncak yang sebelah mana
ah, aku bisa gila
kita begitu berbeda, sungguh.
tapi mengapa aku kau buat seperti ini?
tak bisakah kau perlakukan aku sebagai manusia berhati?
dan lalu menyandingkanku denganmu yang mulia itu.
ah, aku sepertinya mengigau.
aku mengigau karena demam yang tak bermuara.
apalagi berujung dimana.


Komentar
Posting Komentar