Mungkin Kepentingan
Kepentingan akan selalu menjadi misteri, seperti laut, ya,,seperti laut.
Memang jika kita mulai berpikir, kemiskinan, kebutuhan proses memintari adalah sebuah hal yang tak tabu' lagi berjubel seperti kerumunan lebah setelah dipukul sarangnya dengan sebuah gagang sapu besar.
Semuanya keluar, tak ada yang tahan dengan semua itu. semuanya terasa memuakkan, semuanya terasa tak adil dan serasa membuat kelenjar air liur berproduksi lebih dari yang kita alami jika terlalu banyak mengkonsumsi sambal.
tak ada yang terbendung, semuanya terasa ingin dimuntahkan, sepertinya kemunafikan memang semakin menjadi penutup busuknya wajah dan pasinya raut kala ini.
aku berpikir, apakah memang tak ada seutuhnya sosok tulus yang masih terjaga dari kepentingan busuk yang melingkupi batinnya? jika ada, aku ingin bertemu dengannya. aku begitu ingin berguru dengan orang yang demikian. aku merindukan sosok itu, sosok yang entah pernah berada di muka bumi ini atau yang tak pernah terlahir sama sekali, karena hidup itupun adalah sebuah kepentingan.
dan aku kembali menekuri, jika memang semua kesalahan sistem lalu siapakah yang patut dipersalahkan jika pencipta sistem itu sendiri tak lain dan tak bukan adalah kaum kita sendiri?
hanya isapan jempol belaka, berbicara benar dan salah hanya akan membuang waktu yang mungkin tak akan banyak lagi ini. berbicara tentang benar ataupun salah akan lagi berujung pada debat kusir dengan akhir sebuah pertengkaran atau berujung pada sakit hati yang tak terluapkan bahkan tak pernah sembuh meski pegunungan telah lapuk dimakan musim.
sakit hati akan selalu menjadi misteri dan ajang berpikir, mengapa Tuhan menciptakan hati jika hanya untuk saling menyakiti? mungkin juga itu sebuah kepentingan, mungkin kepentingan.



Komentar
Posting Komentar