Kerumun Tanda Tanya

jika tanggung jawab harus dipenuhi, maka mungkin itu hanyalah orang-orang pilihan yang sanggup melakukannya.
sebab tak sedikit tanggung jawab yang diserakkan tanpa penghujung nasib yang jelas. terserak diantara timbunan sampah.

jika benar ada cinta sejati, maka mungkin itu hanya berlaku untuk jaman baheula atau mungkin hanya isapan jempol belaka.
sebab justru banyak kisah yang tak pernah menemukan sejatinya hati, sejatinya kasih sayang yang dielu-elukan itu.
banyak yang justru sakit menyakiti atau tercipta kelu dengan derita batin yang tak juga berkesudahan.



jika masih memang adanya penghargaan atas pengorbanan, maka seharusnya ia benar diberikan ketulusan pula, bukan justru dijadikan batu lompatan atau sekedar mengambil kemanfaatan.
sebab jika terjadi demikian, lalu berapakah harga ketulusan dan pengorbanan itu ?

jika benar kehidupan hanyalah sementara, mungkin inilah sementara yang menyakitkan. dan oleh sebab itu, aku sangat setuju ketika Gie menyatakan bahwa nasib terbaik adalah yang tak pernah dilahirkan atau dilahirkan tapi mati muda.

kerumun tanda tanya melingkupi hidup dan kehidupanku. hidup di dunia ini yang memang akan terus jadi misteri dan tentunya akan terus berusaha menerka ujungnya. atau mungkin justru tak akan pernah berujung.

Komentar

Postingan Populer