Pergi-Kembali

dia pergi. lalu kembali. dan pergi. lalu kembali.
entah tak pernah terhitung berapa kali dia pergi lalu kembali.
tak menghargai hati yang sedang terluka itu.
tak pernah menyadari keterjajahan hidupnya gara-gara lelaki itu.
mungkin bukan keterjajahan yang tak disadarinya,
sebab mungkin dia sengaja mengijinkannya memasuki relung hati, tepatnya yang paling dalam.



tangan itu terbuka, hati itu terbuka hanya dengan sebuah senyuman.
yang entah sejak kapan senyuman lelaki itu bagai oksigen yang bertarung dengan karbondioksida yang ia ciptakan sendiri pula.
entah sejak kapan ia melihat kehidupan sekaligus kematian dalam jiwa lelaki yang menurutnya miliknya itu.

namun naas.
lelaki itu tak pernah ada untuknya. semua yang telah ia lakukan tertutup entah oleh apa.
dia hanya dapat  mengharapkan hal yang mungkin tak akan pernah ia dapatkan.
ia mungkin tak akan pernah dapatkan apa yang ia inginkan. sungguh.
keberanian wanita itu terbakar habis oleh keraguannya sendiri.
hingga ia hanya mendapati dirinya sendiri dalam kungkungan sepi. 

Komentar

Postingan Populer