Ada Orang
Ada orang sadar bahwa dirinya berjanji, tapi dengan berbagai alasan dia mengingkari
Ada orang yang paham bahwa dia kekurangan, tapi tak beranjak melebihkan diri
Ada orang yang tahu bahwa dia bersalah, namun tak pernah berusaha menjadi benar
Ada orang yang membuat kesalahan, lalu selalu jatuh ke lubang yang sama
Ada pula orang yang mengerti bahwa dirinya tertinggal, tapi tak juga berniat menyusul
Ada orang yang tahu jika dirinya buruk, tapi tidak berusaha menuju kebaikan
Ada yang sadar bahwa dirinya tak berarti, namun tak beranjak dari kesiaannya
Ada pula yang tahu dirinya akan terlambat, tapi tak berniat pergi sejak dini
Ada juga yang hidup tanpa mau tahu arah, namun takut tersesat
Ada yang takut kehilangan, tapi tak mencoba mempertahankan
Ada orang yang ingin dimengerti, tapi tak peduli selain dirinya sendiri
Ada yang merasa mencintai, tapi seringkali menyakiti
Ada yang mengaku beriman, tapi diliputi keraguan
Ada yang betul-betul kesulitan, tapi sombong untuk minta pertolongan, bahkan pada Tuhan
Ada orang yang mengaku bahagia, tapi tiap malam meneteskan air mata
Masih banyak orang lainnya, dengan ribuan bahkan jutaaan keterbalikan keadaan atas fakta dan realitanya
Bagaimana dengan aku?
Bagaimana dengan kamu?
Bagaimana dengan orang-orang?
Jangan merasa tersindir, ini sekadar refleksi bersama.
(Celotehan ini pernah dipublish di catatan via Facebook pada 18 Agustus 2016, 23.00 WIB di Jogja. Tapi ini dengan versi sedikit pembaruan pada 11 Juni 2019, di Depok Jawa Barat).



Komentar
Posting Komentar