Sejarah Berita dan Aplikasi Berita dalam Aktivitas Dakwah


Tradisi Jurnalisme
1.      Periode Kolonial
-          Benjamin Harris, mempublikasikan koran pertama yaitu Publikc Occurences, di Boston pada 1690. Setelah menerbitkan koran tersebut berada dalam tekanan, karena dalam koran tersebut dia menyinggung sensitivitas kelompok Puritan dengan menuduh bahwa kaisar Perancis serong dengan istri anaknya.
-          Tahun 1733, John Peter Zenger mendirikan koran di New York untuk bersaing dengan koran yang didukung oleh kerajaan.
Tradisi dari periode kolonial yang masih bertahan hingga sekarang :
·         Media berita, baik cetak maupun siaran, melepaskan ketergantungannya pada sensor dan kontrol pemerintah.
·         Media berita, terutama koran dan majalah secara aktif berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah dan memobilisasi sentimen publik ( biasanya bentuknya tajuk rencana).
·         Jurnalis berkomitmen untuk mencari kebenaran yang diartikulasikan sebagai nilai sosial dalam “pembelaan atas kebenaran” menurut Zenger.
·         Publik mendukung media berita independen ketika pemerintah terlalu campur tangan.
·         Dalam sistem kapitalis, media berita adalah entitas ekonomi yang terkadang bereaksi demi kepentingannya sendiri jika labanya terancam.

2.      Periode Partisan
Setelah revolusi koran terbelah menjadi kubu-kubu yag saling bertentangan, dalam sejarah AS, disebut sebagai Periode Federalis dan disebut Periode Partisan oleh sejarawan koran(Keberpihakan-partisanship berlangsung sekitar 50 tahun dan berakhir pada 1830-an)
Tradisi Periode Partisan :
·         Pemerintah tidak mencampuri pers
·         Media  berita adalah forum untuk diskusi dan debat
·         Media berita harus memerhatikan isu publik
·         Pelanggaran oleh pemerintah terhadap media berita pada akhirnya akan bertemu dengan penentangan publik, dan ini sering terjadi di sepanjang sejarah Amerika.

3.      Periode Penny
Pada tahun 1833, Benjamin Day yang baru berusia 22 tahun memulai usaha koran yang mengubah Jurnalisme AS : New York Sun dengan harga satu penny per eksemplar. Mengandalkan iklan untuk memperbesar penerbitan dan penjualan.
Tradisi periode penny cetak maupun eletronik :
·         Struktur berita piramida terbalik
·         Orientasi pada peliputan kejadian
·         Komitmen pada perbaikan sosial, serta bersedia berjuang melawan korupsi
·         Mengabarkan dan menyediakan informasi kepada pembaca secepat mungkin, yang dimungkinkan dengan teknologi telegraf dan juga pelaporan lokal
·         Perspektif yang tidak berpihak dan berjarak dalam melaporkan kejadian, dan tradisi ini diperkuat oleh Association Press


4.      Periode Koran Kuning
Dirintis oleh Puliter Hearst di New York tahun 1890-an yang berhasil menjual korannya.


Konsep Berita
1.      Model AS
-          Fenomena pertengahan 1800-an( lebih dari 150 tahun yang lalu) , keberpihakan atau partisan sangat mewarnai koran-koran Amerika, sehingga menjadikan adanya gagasan berita yang bebas nilai obyektivitas.
(munculnya Associated Press, Ekonomi Koran dan Konglomerasi Media)
2.      Model Eropa
-          Di Eropa, koran-koran biasa menggunakan pendekatan partisan untuk menarik pembaca yang sehaluan, sehingga pemberitaan yang datang dari sudut pandang dan pendukungnya menjadi lebih dominan ketimbang pemberitaan model AS.
3.      Perkembangan Model Berita
-          Sejalan perkembangan zaman, berita mengalami perkembangan. Pers tergantung siapa partisannya, terdapat konglomerat yang memiliki media pula. Berita terkadang dibuat sedangkal mungkin dan seaman mungkin agar menghindari berita yang menyinggung siapapun. Pembaca, pengiklan ataupun pemerintah.
Nilai Personal dalam Berita
Jurnalis membuat keputusan penting tentang apa peristiwa, fenomena, dan isu yang akan dilaporkan maupun tidak dan nilai personal jurnalis masuk didalamnya.
Nilai Personal Jurnalis
1.      Komitmen terhadap Demokrasi dan Kapitalisme
-          Membela rakyat, artinya jurnalis AS yang mendukung demokrasi di AS mengangkat isu-isu yang menitikberakan pada korupsi, konflik atau malfungsi demokrasi.
-          Jurnalis AS juga berkomitmen terhadap sistem ekonomi kapitalis, yang melaporkan korupsi dan penyelewengan bisnis AS dengan menyebutnya sebagai penyimpangan.
2.      Pastoralisme Kota Kecil
-          Jurnalis AS memantisasikan kehidupan pedesaan. Kota diliput sebagai tempat yang penuh dengan persoalan, desa dipuji-puji.
3.      Individualisme yang Dimoderasikan
-          Jurnalis tersebut akan mengungkapkan bahwa kekuatan individu tidak akan kalah dengan teknologi.
4.      Ketertiban Sosial
-          Sebenarnya, utamanya meskipun berita menceritakan tentang kejadian yang kacau seperti berita gempa bumi, badai dan sebagainya, sebenarnya laporan ini untuk memulihkan kekacauan. Media lebih fokus pada pemulihan ketertiban ketimbang meliput kematian dan destruksi.
-          Seringkali reporter mengambil tokoh masyarakat yang berstatus quo, dan orang yang terbaik menjaga ketertiban untuk sumber berita.


Variable yang Mempengaruhi Berita
1.      News Hole
News Hole adalah ruang yang disisakan setelah departemen pengiklan menempatkan semua iklan yang dijual di koran. Dalam media siaran, ews hole sifatnya lebih konsisten.
2.      Aliran Berita dan Staf Berita
Aliran (flow) berita akan semakin bervariasi dari hari ke hari. Tidak semuanya berasal dan dilihat dari satu sisi atau sudut saja.
Penempatan staf mempengaruhi peliputan berita, tepatnya reporter di waktu dan tempat kejadian. Jadi, penempatan reporter harus sangat diperhatikan.
3.      Persepsi tentang Audien
Cara organisasi berita memandang audiennya akan sangat mempengaruhi liputannya. Semua organisasi berita akan mencari manakah audien yang tepat bagi penikmat beritanya.
4.      Ketersediaan Material
Hal yang bersifat material seperti visualisasi dan suara dalam berita sangat mempengaruhi berita. Semua itu mempengaruhi cara pemberitaan dan apa-apa yang diberitakan.
5.      Persaingan
Salah satu pemicu ketegangan bagi jurnalis adalah perlombaan untuk saling mendahului mendapat berita. Jurnalisme adalah bisnis yang kompetitif. Terkadang kompetisi mempunyai sisi gelap.


Pengaruh pada Berita
1.      Pengaruh Pengiklan
Kelompok kepentingan tertentu terkadang berusaha menekan berita atau menuntut pemberitaan dari sudut pandang tertentu. Biasanya dilakukan diam-diam di kalangan eksekutif. Terkadang tekanan terhadap media dilakukan oleh orang-orang periklana yang diam-diam mempengaruhi kantor berita.
2.      Kebijakan Perusahaan
Meskipun jurnalis berkomitmen kuat untuk mencari kebenaran dan memberitakan kebenaran, namun para atasan sering berkuasa untuk memberi keputusan. Mereka adalah pemilik. Penerbit, manajer dan kaki tangannya.
3.      Tekanan dari Sumber Berita
Jurnalis terkadang mendapat tekanan eksternal secara langsung dari tempat kejadian, narasumber dan kasus tertentu.

   Sumber Rahasia
1.      Berita dengan Syarat
-          Biasanya reporter akan menyebutkan sumber dalam beritanya, namun pada kasus tertentu akan dijumpai sesuatu yang tidak biasanya. Contohnya narasumber berkata, “ Saya akan menyampaikan informasi penting ini, tapi hanya akan saya berikan jika anda tidak menyebut nama saya,”. Dalam hal ini, jurnalis akan senantiasa melindungi narasumbernya, mengingat pentingnya informasi atau data tersebut.
2.      Undang Undang Perlindungan
-          Terdapat UU Perlindungan ( shield Laws) di beberapa negara bagian yakni melindungi kerahasiaan sumber reporter.    

Pembagian Kondisi Wawancara
Menurut Alfred Friendly , editor Washington Post tahun 1960-an membagi kondisi wawancara ;
1.      On The Record
Segala sesuatu yang dikatakan boleh dihubungkan dengan sumber yang disebutkan namanya. Kebanyakan berita disajikan dengan cara ini.
2.      Off The Record
Informasi yang menggunakan cara ini, biasanya informasi ini tidak boleh disebarkan, bahkan dalam percakapan sekalipun. Hanya untuk situasi yang membingungkan/membahayakan bagi reporter.
3.      Background
Ketika informasi ada di background (latar belakang),apa-apa yang dikatakan sumber boleh dipakai selama sumbernya tidak disebut identitasnya. ( mengungkapkan posisinya, tapi kurang pada identitas jelasnya saja)
4.      Deep Background
Informasi sumber berita bisa dipakai tetapi tanpa menunjukkan itu berasal dari suatu sumber, dan kredibilias berita akan ditentukan oleh reputasi reporternya. Sumber tidak pernah disebut-sebut.
5.      Gate Keeping
Berita dan foto akan mengalami perubahan di beberapa titik dalam rantai komunikasi. Pada titik ini disebut Gate (gerbang), ada penjaga gerbang yang menghilangkan, meringkas, dan menambahi berita agar pesan lebih baik dalam penyajiannya.


Tren Jurnalisme
1.      Liputan Nonstop
-          Liputan yang dilakukan tanpa henti. Terkadang di suatu organisasi berita, reporter agensi ini memiliki deadline sendiri-sendiri tiap menitnya. Liputan ini secara terus menerus memberikan laporan langsung dari sumber lalu langsung ke sumber lagi, menekankan pada peristiwa, tepat waktu tapi kurang. Sebab tidak terlalu memikirkan implikasi dari berita.
-          Meskipun sifat berita ini selalu memberikan informasi baru yang segar, tapi terkadang cenderung memiliki laporan yang remeh-temeh. Juga konteks dan pemahaman berita akan dikorbankan.
2.      Siaran Langsung
-          Siaran yang disampaikan secara langsung. Langsung saat peristiwa terjadi, langsung dari tempat kejadia, dsb. Menggunakan sdm yang  ahli dan peralatan yang canggih.
-            Kekurangannya adalah sifat berita terlalu kasar dan mentah, tak ada yang menilai untuk menentukan apa yang akan diorganisasikan dan cara menyajikan materi tersebut. Liputan langsung juga membungkam kritik dan menghabiskan banyak waktu.
3.      Blog yang tak Di edit
-          Kumpulan berita bisa disajikan dalam bentuk blog/web log. Akan tetapi, biasanya blog bersifat rumor, gosip dan spekulasi, walaupun tak benar sekalipun akan menguat sehingga media mainstream tidak bisa mengabaikannya. Blog bisa menjadi ancaman bagi media.
4.      Berita Penjelasan
-          Berita penjelasan adalah berita yang sifatnya lebih mendalam atau indepth. Seringkali pula disebut berita yang investigatif.
5.      Soft News
-          Berbeda denga reporting investigatif, muncul tren jurnalism yang ke arah soft news ( berita ringan). Berita ini meliputi gaya hidup, hiburan, hura-hura bahkan sensasional.
-          Kelompok tradisionalis menolak memberi ruang untuk berita ringan ii, tapi berita berat ( hard news) tetap menjadi bagian dari produk berita yang beraneka ragam.
Mengidentifikasi Jurnalisme yang Baik
1.      Dimensi Audien
Besarnya audien, tentu adalah salah satu ukuran kesuksesan berdasarkan kuantitatif, tapi tidak boleh mengabaikan persoalan kualitatifnya.
Pengukuran kualitatif berdasarkan sirkulasi, jangkauan, penetrasi, kunjungan dan hit.
2.      Kriteria Evaluatif
1.      Akurasi, Keseimbangan dan Kejujuran.
Tekanan deadline dapat mengurangi akurasi-sedangkan keseimbangang dan kejujuran membutuhkan waktu. Kesalahan tidak bisa dimaafan jika diluar konteks, fitnah dan keliru.
2.      Intrepretasi
Tantangan bagi konsumen berita adalah mengidentifikasi jurnalis yang sepenilaiannya bisa mereka percaya dalam memilah informasi dan menyajikannya dalam konteks yang bermakna.
3.      Isi Orisinil  
Orisinalitas berita harus senantiasa diperhatikan.

POINTER-POINTER  DAKWAH


TEORI
IMPLEMENTASI DAKWAH
1.      Nilai-nilai personal jurnalis
Jurnalis harus memihak pada demokrasi













2. Nilai Jurnalis adalah melakukan Ketertiban Sosial






3.      Variabel yang mempengaruhi Berita
Aliran Berita dan Staf Berita

















4.      Pengaruh pada Berita
Pengaruh Pengiklan











 
5.      Tren Jurnalisme :
Liputan Nonstop
Siaran Langsung
Blog yang Tak Diedit
Berita Penjelasan
Soft News



















-          Seorang da’i tak hanya berdakwah dengan menggunakan lisan (ceramah, khutbah dsb) tetapi menggunakan tulisan dapat berupa citizen jurnalisme (pewarta warga, menulis di media mainstream) yang berisikan pesan untuk rakyat. Utamanya kepada pemerintah yang masih perlu membenahi diri untuk kesejahteraan rakyat.

- Seorang da’i sekaligus seorang jurnalis harus menulis materi dakwah dengan tujuan menciptakan ketertiban sosial, bertujuan mewujudkan ketentraman dalam masyarakat.

- Dalam membuat tulisan dan berita, seorang da’i harus menggunakan aliran tulisan yang variatif dan sesuai dengan perkembangan pengetahuan serta wawasan masyarakat agar tulisan kita sebagai seorang da’i bisa diterima dengan terbuka oleh masyarakat luas. 

-           Banyaknya anggota da’i  yang saling bekerja sama dan saling koordinasi  antara satu dengan yang lain perlu ditirukan oleh da’i saat ini agar selalu komprehensif memandang masyarakat.

 
-        Seorang da’i harus mampu meyakinkan pada masyarakat dan umat, bahwa sebagai umat Islam maka kita harus pandai membaca media dengan kacamata multidimensi, sebab berita sangat dipengaruhi siapa pengiklan dibaliknya.
-   Seorang da’i juga harus memiliki pengetahuan yang lebih luas mengenai pengaruh pengiklan dalam berita dan pemberitaan, tidak menerimanya dengan mentah-mentah.

-          Seorang da’i harus mampu meyakinkan pada masyarakat dan umat, bahwa sebagai umat Islam maka kita harus pandai membaca media dengan kacamata multidimensi, sebab berita sangat dipengaruhi siapa pengiklan dibaliknya.
-           Seorang da’i juga harus memiliki pengetahuan yang lebih luas mengenai pengaruh pengiklan dalam berita dan pemberitaan, tidak menerimanya dengan mentah-mentah.


-          Dai bukan hanya mementingkan makna kuantitas materi atau mad’u saja dalam berdakwah, tetapi kualitas materi dakwah yang disampaikan dan mad’u  yang dihasilkan dalam aktivitas dakwah.


-          Da’i yang baik, akan memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa jurnalis yang baik akan selalu memegang teguh prinsip ini, jadi bagaimana pandainya masyarakat dalam menganalisis suatu berita.



Komentar

Postingan Populer